RI Mendorong Tiga Prioritas Ekonomi Digital Pada Pertemuan G20 Apakah Mereka?

Indonesia menggelar Pertemuan Tingkat Menteri Ekonomi Digital G20 di Nusa Dua, Bali pada Kamis (1/9). Pertemuan tersebut dihadiri oleh para menteri teknologi digital dari negara-negara anggota G20, negara-negara undangan, organisasi internasional, akademisi dan sektor swasta.

Delegasi Indonesia juga memperkenalkan perwakilan dari Sekretariat PELH Kemlu. Ia terkenal karena membahas isu-isu digitalisasi dan dampaknya terhadap sektor-sektor di seluruh dunia pada Pertemuan Tingkat Menteri Digital G20.

Konferensi ini bertujuan untuk mencapai konsensus tentang ekosistem digital ekonomi. Konferensi ini juga menjadi wadah untuk bertukar informasi dan pengalaman terkait best practice dan tantangan di bidang digitalisasi.

Dalam pernyataan tertulis, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny J. Plait mengatakan dalam pernyataan tertulis: “Anggota G20 memiliki beban global, tanggung jawab dan tindakan kolektif yang akan mempengaruhi bagaimana dunia bergerak. Saya baru di forum ini, jadi kerjasama semua orang adalah saya membutuhkannya.” katanya. . Selasa (9 Juni 2022).

Melalui pertemuan tersebut, Indonesia akan mendorong tiga prioritas ekonomi digital: (1) konektivitas pasca-COVID-19, (2) pengetahuan dan keterampilan digital, dan (3) aliran data yang bebas melalui aliran data yang percaya diri dan lintas batas. . .

Pertemuan Tingkat Menteri Ekonomi Digital G20 sepakat untuk menyelesaikan Bali Package Communiqué pada KTT G20 pada November 2022. G20 G20 Chair Country Indonesia Digital Economy Ministerial Meeting diselenggarakan untuk keenam kalinya dalam rangka G20.

Pertemuan pertama diprakarsai oleh Presiden China pada tahun 2016 dan selanjutnya dibentuk pada masa jabatan Presiden Jerman. Pertemuan Tingkat Menteri tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Indonesia pada masa kepresidenan G20 2022.

Indonesia mengangkat tema “Recovering Together, Recovering Stronger” sebagai fokus utama Kepresidenan G20 dan tiga prioritas: Global Health Engineering, Digital Transformation, dan Energy Transformation. Rangkaian kegiatan Kepresidenan G20 Indonesia akan berujung pada pertemuan tingkat tinggi yang diadakan di Bali pada 15-16 November 2022.

Baca Juga  Hyundai Meluncurkan Ioniq 6, Sedan Listrik Pertamanya Yang Bersaing Dengan Tesla Model 3

KTT tersebut akan dihadiri oleh para pemimpin G20 untuk membahas dan mengkomunikasikan komitmen mereka terhadap upaya pemulihan ekonomi global.

Indonesia menjabat sebagai Presidensi G20 dari 1 Desember 2021 hingga 30 November 2022, dan India akan terus memegang posisi ini pada 2023. Indonesia akan tetap menjadi anggota Troika sampai akhir masa kepresidenan India.\

Baca juga: